• admin@erectial.com
  • +6281215557339

Penggunaan Konjungsi yang Tepat Dalam Kalimat +Contohnya – Erectial

Konjungsi adalah kata hubung, yaitu suatu kata atau kelompok kata yang menghubungkan dua klausa atau lebih. Contoh konjungsi adalah dan, sejak, tidak … tetapi, namun, dan lain sebagainya. Penggunaan konjungsi dalam sebuah kalimat memiliki aturan yang harus diikuti agar penulisan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang berlaku.

Penggunaan konjungsi dalam sebuah kalimat adalah untuk menghubungkan dua buah kalimat, frasa, atau kata. Contoh penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat: Jika memiliki waktu luang, saya akan pergi ke perpustakaan.

Konjungsi dalam sebuah kalimat harus digunakan sesuai aturan yang berlaku. Penggunaan konjungsi yang tidak tepat dapat menyebabkan struktur kalimat menjadi tidak jelas. Sementara salah satu syarat kalimat efektif adalah memiliki struktur kalimat yang jelas. Sehingga penting untuk menggunakan konjungsi yang tepat dalam sebuah kalimat.

Ada empat jenis konjungsi yang bisa digunakaan yaitu setara (koordinatif), bertingkat (subordinatif), berpasangan (korelatif), dan antarkalimat. Bagaimana aturan penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat terdapat pada bahasan di bawah.

4 Jenis Konjungsi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa ada empat jenis konjungsi yang dapat digunakan yaitu koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat. Setiap jenis konjungsi digunakan untuk tujuan yang berbeda, bergantung pada kalimat yang dihubungkan.

1) Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi untuk menghubungkan dua unsur gramatikal yang setara dalam suatu kalimat. Penggunaan konjungsi koordinatif dapat ditumukan dalam kalimat majemuk setara.

Ada empat macam konjungsi koordinatif yaitu penambahan, pemilihan, perlawanan, pertentangan. Contoh macam kata hubung dari empat macam konjungsi koordinatif terdapat pada tabel berikut.

Jenis Konjungsi
Koordinatif
Contoh kata hubung
Penambahan dan, serta
Pemilihan atau, maupun
Perlawanan tetapi, melainkan
Pertentangan padahal, sedangkan

2) Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah kata hubung yang digunakan pada kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk memiliki induk kalimat dan anak kalimat. Kedudukan induk kalimat dan anak kalimat pada kalimat majemuk bertingkat tidak setara.

Konjungsi subordiantif terdiri dari beberapa macam yaitu konjungsi temporal, kausal, kontrastif, kondisional, tujuan, akibat, dan perbandingan. Apa saja masing-masing konjungsi atau kata hubung yang termasuk dalam konjungsi subordinatif terdapat pada tabel berikut.

Jenis Konjungsi
Subordinatif
Contoh kata hubung
Temporal ketika, sebelum, setelah, sementara, sejak
Kausal karena, sebab, oleh karena itu
Kontrastif meskipun, walaupun, tetapi
Kondisional jika, kalau, seandainya
Tujuan agar, supaya, agar jangan
Akibat (konsukutif) sehingga, hingga, sampai
Perbandingan seperti, sebagaimana, seumpama
Penjelas yakni, ialah, artinya

Penggunaan konjungsi subordinatif dalam kalimat dapat terletak di tengah atau di awal. Perlu diperhatikan bahwa saat anak kalimat mendahului induk kalimat harus dipisahkan dengan tanda koma (,).

3) Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah dua kata yang digunakan bersama-sama untuk menghubungkan unsur-unsur gramatikal dalam kalimat. Ada beberapa pasangan konjungsi korelatif yang dapat digunakan dalam sebuah kalimat. Beberapa pasangan kata pada konjungsi korelatif meliputi beberapa contoh berikut.

  • Contoh pasangan kata pada konjungsi korelatif:
    • baik … maupun
    • tidak … tetapi
    • bukan … melainkan
    • demikian … sehingga
    • jangankan .. pun

Penggunaan konjungsi yang tepat untuk konjungsi korelatif tidak boleh tertukar pasangan katanya. Pasangan kata yang tertukar menjadikan kalimat menjadi tidak efektif.

4) Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat terdiri dari tambahan, pertentangan, kebalikan, kenyataan, waktu, penguatan, pengecualian, konsekuensi, akibat/hasil. Beberapa contoh kata dalam konjungsi antarkalimat terdapat pada tabel berikut.

Jenis Konjungsi
Antarkalimat
Contoh kata
Tambahan selain itu, di samping itu
Pertentangan namun, walaupun begitu
Kebalikan sebaliknya
Kenyataan sesungguhnya
Waktu sebelum itu, sesudah itu
Penguatan malahan
Pengecualian kecuali itu
Konsekuensi dengan demikian
Akibat/hasil oleh sebab itu

Baca Juga: Makna Konotasi dan Denotasi

Contoh Penggunaan Konjungsi yang Tepat

Bagaimana penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat terdapat pada contoh-contoh berikut.

  • Contoh kalimat dengan konjungsi koordinatif:
    • Saya suka makan bakso dan soto
    • Ada pilihan minum teh atau kopi
  • Contoh kalimat dengan konjungsi subordinatif:
    • Saya akan datang jika mereka mengundang saya.
    • Setelah makan malam, Beno akan belajar Bahasa Indonesia.
  • Contoh kalimat dengan konjungsi korelatif:
  • Contoh kalimat dengan konjungsi antarkalimat:

Baca Juga:

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasan bagaimana penggunaan konjungsi yang tepat.

Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1

“Tidak sempat” adalah alasan yang paling sering dikemukakan oleh orang yang malas berolahraga. …, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Mereka yang sibuk masih sempat berolahraga. …, kata “tidak sempat” jangan dijadikan alasan untuk malas berolahraga.

Kata penghubung antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
A. akan tetapi, oleh karena itu
B. dengan demikian, mungkin saja
C. oleh karena itu, hanya saja
D. meskipun demikian, hanya saja
E. oleh karena itu, dengan demikian

Pembahasan:
Penggunaan konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian kosong pada paragraf tersebut adalah konjungsi yang menyatakan pertentangan. Dengan melihat konteks kalimatnya terlohat kaya hubung yang tepat digunakan adalah akan tetapi dan oleh karena itu.

Jadi, penggunaan konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah oleh karena itu, dengan demikian.

Jawaban: A

Contoh 2

(1)Sejak terjadinya wabah penyakit Covid-19 problematika sampah dan limbah medis menjadi tantangan utama bagi masyarakat dan lingkungan. (2) Tingginya angka penggunaan alat pengamanan diri kesehatan, masker, sarung tangan, dan peralatan kesehatan lainnya membuat limbah medis meningkat secara drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (3) … penumpukan sampah medis tentu tidak dapat dihindari. (4) Upaya penanganan limbah yang kurang optimal akan berefek besar bagi lingkungan. (5)Saat ini banyak rumah sakit yang belum memiliki tehnologi pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun. (6)Menurut laporan Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa dari 2.852 rumah sakit yang ada di Indonesia hanya ada 96 rumah sakit yang memiliki insinerator (alat untuk pembakasan sampah hingga habis). (7)Amat disayangkan, di rumah sakit tersebut ada insinerator yang tidak berfungsi dan tidak laik pakai sehingga membuat proses penghancutan sampah.

Kata sambung yang paling tepat melengkapi kalimat (3) adalah …. (soal UTBK 2022)
(A) bahkan
(B) akibatnya
(C) selanjutnya
(D) selain itu
(E) sementara itu

Pembahasan:
Penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat dapat dilakukan dengan melihat konteks kalimatnya. Jadi, kata sambung yang paling tepat melengkapi kalimat (3) adalah akibatnya.

Jawaban: B

Demikianlah tadi ulasan mengenai contoh punggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *